Gara-gara ikutan BPN Ramadhan Challenge 2025, aku jadi iseng scroll-scroll tulisan lama sejak pertama kali bikin blog ini. Terus baru sadar, ternyata blog ini udah 6 tahun! Tepatnya tanggal 6 Maret kemarin. Awalnya cuma pengen ikut challenge, tapi sekarang rasanya kayak sekalian ngerayain anniversary kecil-kecilan blog ini. Aku jadi kepikiran, selama enam tahun ini, apa aja yang udah berubah? Apa yang udah aku pelajari dan dapatkan? Dan yang paling penting, manfaat apa aja yang aku rasain dari ngeblog selama ini? Rasanya kayak buka album kenangan digital, di mana tiap postingan menyimpan potongan perjalanan hidupku yang mungkin nggak bakal aku inget kalau nggak ditulis di sini.
DARI BANYAK TOPIK KE FOKUS BUKU
Dulu blog aku tuh isinya campur aduk banget. Aku nulis apa aja yang lagi seru buat dibahas kayak kesehatan, skincare, pengembangan diri, sampai motivasi. Pokoknya, yang lagi pengen buat dibicarain, langsung aku tulis. Waktu itu, aku belum kepikiran sama sekali buat nulis tentang buku. Soalnya, ya, buat aku, baca buku itu hal biasa aja. Nggak ada yang spesial.
Tapi ternyata, lama-lama perspektif aku berubah. Aku jadi paham, ternyata ngeblog tentang buku itu nggak jauh beda sama ngeblog tentang skincare. Kalau review skincare bisa bantu orang nemuin produk yang cocok, review buku juga bisa bantu orang nemuin bacaan yang mereka suka. Apalagi, konten buku itu nggak melulu soal review, bisa bahas pengalaman baca, rekomendasi buku, atau pembahasan ringan tentang dunia literasi.
Beberapa bulan setelah blog ini dibuat aku menyisipkan pembahasan buku yang sudah aku baca di tiap monthly highlight. Sekitar tahun 2021, aku mulai lebih sering nulis tentang buku yang diawali dengan readathon pertama yang aku ikuti karena aku sudah pede bisa baca lebih banyak buku. Awalnya sih coba-coba aja, tapi makin lama makin nyaman. Beda sama topik lain yang aku bahas dulu, buku selalu bikin aku punya sesuatu buat diceritain. Nggak kehabisan ide, nggak bosen, malah makin semangat baca karena ada tempat buat ngobrolin semua yang aku rasain setelah selesai baca.
Meskipun sekarang blog ini fokus ke buku, aku masih sesekali review produk skincare, biasanya yang udah habis aku pakai. Nggak sering sih, soalnya kalau skincare kan habisnya lama. Tapi kalau ada yang menarik dan sekiranya bisa bermanfaat buat orang lain, kenapa nggak?
Perubahan ini bikin aku sadar kalau blog itu fleksibel. Nggak harus terpaku sama satu topik sejak awal. Bisa berkembang, bisa berubah sesuai minat, dan yang penting tetap bikin aku enjoy nulisnya.
EH ADA MOMEN-MOMEN TAK TERDUGA
Awalnya aku ngeblog itu cuma buat seru-seruan aja, tapi ternyata banyak banget hal nggak terduga yang terjadi gara-gara blog ini. Mulai dari gabung komunitas blogger, ikutan challenge, sampe dapet pengalaman yang bikin aku makin semangat nulis.
Dulu, aku lumayan sering ikut challenge di komunitas blogger perempuan. Terus, aku juga pernah coba ikut lomba blog dari sponsor. Nggak menang juga, tapi efeknya lumayan banget ke traffic blog. Jadi lebih banyak yang mampir, baca, dan komen.
Sejak fokus ke buku, aku lebih jarang share di komunitas blogger, tapi kadang aku post di Instagram Story. Nah, dari situ aku baru sadar kalau blog yang sudah berbelok untuk membahas buku ini ternyata beneran dibaca orang. Ada yang bilang dapet rekomendasi buku dari sini, ada yang termotivasi buat mulai nulis review sendiri, bahkan ada yang jadi kepengen ngeblog juga. Jujur, itu bikin aku terharu banget.
Di era video pendek kayak sekarang, aku pikir orang udah jarang baca blog. Tapi ternyata, masih ada yang nyari rekomendasi lewat tulisan. Masih ada yang menikmati tulisan di blog selain nonton review di TikTok atau YouTube. Dan itu bikin aku makin yakin kalau blog masih punya tempatnya sendiri.
Yang paling nggak aku sangka, blog ini juga bantu aku pas apply jadi beta reader. Dengan punya jejak tulisan tentang buku, aku jadi punya sesuatu buat ditunjukin. Nggak cuma sekadar bilang suka baca, tapi ada bukti kalau aku memang sering review buku. Sesuatu yang awalnya cuma hobi ternyata bisa jadi nilai tambah yang nggak kepikiran sebelumnya.
Jadi, kalau ditanya apa hal paling tak terduga dari ngeblog? Jawabannya: banyak banget. Blog ini nggak cuma jadi tempat cerita, tapi juga membuka pintu ke banyak pengalaman yang dulu nggak pernah aku bayangkan.
JADI ARSIP KEHIDUPAN
Salah satu hal paling seru dari punya blog tuh bisa ngeliat perubahan diri sendiri dari waktu ke waktu. Kalau baca postingan lama, rasanya kayak ngintip versi dulu dari diri aku, gaya nulisnya beda, topiknya beda, bahkan cara berpikirnya pun berubah.
Dulu, aku lebih sering pakai bahasa semi-formal dengan kata ganti "saya." Terus, pas mulai bahas buku, aku pengen menjangkau lebih banyak orang, jadi mulai nulis dalam dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Lalu, lama-lama aku sadar kalau aku lebih nyaman pakai bahasa yang lebih santai, pakai "aku," dan lebih terasa ngobrol dibanding terlalu serius.
Selain gaya nulis, cara aku membaca juga berubah. Awal ngeblog, aku masih termasuk slow reader. Satu buku bisa selesai dalam berbulan-bulan, dan dulu aku lebih sering baca nonfiksi. Tapi sejak 2021/2022, aku mulai tertarik banget sama fiksi, dan ajaibnya, aku jadi lebih cepat baca. Sekarang bisa menyelesaikan beberapa buku dalam sebulan, yang dulu rasanya nggak mungkin.
Sejak rutin nulis review di blog, aku mulai baca dengan cara yang beda. Sekarang, setiap kali baca, aku lebih sadar sama alur cerita, karakter, bahkan gaya penulisan penulisnya. Aku jadi sering nyatet hal-hal yang menarik atau bikin aku punya pemikiran tertentu, biar nanti nggak lupa pas mau nulis review.
Blog ini jadi semacam jurnal perjalanan. Bukan cuma soal tulisan, tapi juga bagaimana aku berkembang sebagai pembaca dan penulis. Kadang aku heran sendiri, kok bisa berubah sejauh ini? Tapi justru itu yang bikin ngeblog berasa makin berarti, karena tanpa sadar, aku udah mencatat perjalanan ini sejak awal.
MANFAAT NGEBLOG YANG KUSADARI GARA-GARA CHALLENGE INI
Tadinya aku pikir ngeblog itu ya cuma nulis dan berbagi cerita. Tapi makin ke sini, aku makin ke sana aku sadar kalau ternyata ada banyak hal yang aku dapat dari menulis blog, bahkan beberapa di antaranya nggak pernah aku duga sebelumnya. Kayak bonus yang datang tanpa diminta, tapi malah bikin perjalanan ngeblog jadi makin berharga.
💚 Jadi arsip perjalanan hidup
Seperti yang sudah aku singgung di atas, blog bisa jadi kayak jurnal digital yang merekam apa yang pernah kamu pikirkan, sukai, atau alami di masa lalu. Kadang pas baca tulisan lama, kamu bisa nostalgia dan inget gimana versimu di waktu itu.
💚 Melihat perkembangan diri
Dari gaya menulis, cara berpikir, sampai minat yang berubah seiring waktu, blog bisa jadi bukti nyata bahwa kamu terus berkembang. Kayak baca perjalanan versi lama dan baru dari dirimu sendiri.
💚 Menyimpan momen-momen berharga
Entah itu pengalaman pertama dalam sesuatu, tantangan yang pernah dihadapi, atau sekadar hal kecil yang bikin seneng, blog bisa menyimpan semuanya tanpa takut hilang kayak chat atau media sosial yang mudah tenggelam.
💚 Merekam pemikiran dan perasaan di masa tertentu
Kadang kita lupa gimana perasaan kita dulu soal suatu hal. Dengan blog, kita bisa baca lagi dan melihat perspektif lama kita, bahkan bisa bandingin dengan cara pandang kita sekarang.
💚 Mendokumentasikan hobi dan minat
Misalnya, kamu dulu suka baca buku nonfiksi, tapi sekarang lebih ke fiksi. Dengan blog, kamu bisa lihat perjalanan minatmu dan apa aja yang pernah bikin kamu excited di masa lalu.
💚 Membantu mengenali diri sendiri
Saat kita membaca ulang tulisan lama, kita bisa melihat pola pemikiran, kebiasaan, dan bahkan impian yang mungkin masih sama atau sudah berubah. Ini bisa membantu kita memahami diri sendiri lebih dalam.
💚 Melatih daya ingat
Pas nulis blog, kita sering mengingat kembali pengalaman, perasaan, atau ide yang pernah kita punya. Ini bikin otak aktif dalam mengakses dan menyusun ulang memori, yang bagus buat melatih daya ingat jangka panjang.
💚 Melatih konsistensi dan disiplin
Kalau udah komitmen ngeblog apalagi ikutan challenge kayak gini, mau nggak mau belajar buat lebih teratur dalam menulis dan mengelola waktu.
💚 Meningkatkan rasa percaya diri
Awalnya mungkin ragu-ragu, tapi makin sering nulis dan dapat respons positif, makin pede juga buat terus berbagi dan menunjukkan diri lewat tulisan.
💚 Menemukan komunitas dan teman baru
Dari ngeblog, bisa ketemu orang-orang dengan minat serupa, entah sesama blogger atau pembaca yang nyasar ke blog kita dan jadi langganan.
💚 Membuka kesempatan baru
Banyak blogger yang akhirnya dapat peluang kerja, kolaborasi, atau project karena tulisan mereka menarik perhatian orang yang tepat.
MEMORI YANG BERHARGA
Blog ini bukan cuma tempat buat nulis dan berbagi, tapi juga semacam arsip perjalanan hidup. Dari awalnya bahas macam-macam topik, sampe akhirnya fokus ke buku, dari yang dulu slow reader sampe sekarang bisa baca beberapa buku dalam sebulan, semuanya terekam di sini.
Setiap kali baca ulang postingan lama, rasanya kayak ngobrol sama versi dulu dari diri sendiri. Ada yang bikin ketawa karena gaya tulisannya masih kaku, ada yang bikin terharu karena inget momen-momen tertentu, dan ada juga yang bikin bangga karena sadar ternyata aku udah berkembang sejauh ini.
Di tengah dunia digital yang serba cepat, blog jadi tempat yang lebih tenang buat menyimpan kenangan. Nggak tenggelam di antara algoritma media sosial, nggak hilang dalam sekali scroll. Setiap tulisan di blog ini punya cerita, dan aku seneng bisa terus nambahin halaman-halaman baru di dalamnya.
Jadi, apapun yang terjadi ke depannya, blog ini akan selalu jadi memori yang berharga, tempat di mana aku bisa kembali, mengingat perjalanan, dan mungkin ketawa sendiri sambil mikir, "Wah, dulu aku gini ya?"
0 Comments
don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!
Note: only a member of this blog may post a comment.