Pernah nggak sih selesai baca buku terus rasanya ga bisa move on dari bukunya? Kayak ada sesuatu yang hilang, tapi nggak tahu apa. Mau mulai buku baru, tapi belum siap ninggalin cerita yang barusan selesai. Tenang, kamu nggak sendirian, aku juga pernah ngalamin ini, dan ternyata ada namanya yaitu book hangover.
Jadi, sebenarnya book hangover itu hal yang baik atau buruk, ya? Kenapa bisa terjadi? Apa aja ciri-cirinya? Dan yang paling penting, gimana cara mengatasinya biar nggak berlarut-larut? Nah, di artikel ini, kita bakal bahas semua itu! Aku juga bakal kasih rekomendasi buku yang bisa bikin kamu kena book hangover, jadi kalau mau cari penyakit, daftar ini bisa jadi panduan. Yuk, langsung kita bahas!
PENGALAMAN PRIBADI MENGALAMI BOOK HANGOVER
Salah satu buku yang sukses bikin aku kena book hangover adalah The Shark Caller oleh Zillah Bethell. Awalnya, aku nggak nyangka kalau buku middle grade bisa ninggalin efek sedalam ini. Tapi ternyata, ceritanya punya plot twist yang benar-benar mengejutkan dan emosional banget.
Begitu sampai di bagian akhirnya, rasanya kayak kena pukulan telak. Aku beneran nggak siap. Sedihnya tuh bukan yang cuma mengharukan, tapi yang beneran nyesek banget. Setelah selesai baca, aku nggak bisa berhenti mikirin karakter-karakternya, terutama gimana dari awal hingga akhir mereka berkembang. Bahkan seminggu lebih setelah baca, aku masih kebayang-bayang dan susah buat langsung lanjut ke buku lain.
Buatku, ini tipe book hangover yang campur aduk, antara kagum karena ceritanya begitu powerful dan indah, dan sedih karena kayak sampai begitu banget ya. Gila sih ini, penulisnya keren. Sampai sekarang, The Shark Caller masih jadi salah satu buku yang paling memorable buat aku.
PENYEBAB BOOK HANGOVER
Kenapa sih kita bisa kena book hangover? Kok ada buku yang setelah dibaca yaudah biasa aja, tapi ada juga yang bikin susah move on berhari-hari? Nah, biasanya ini gara-gara beberapa hal berikut:
1. Ending yang nyesek atau mengejutkan
Pernah nggak sih baca buku yang ending-nya bikin bengong? Entah karena terlalu menyedihkan, terlalu mengguncang, atau terlalu what the heck just happened?! kind of ending. Ending yang nggak terduga sering banget jadi pemicu utama book hangover.
2. Karakter yang terasa nyata
Kalau kamu pernah merasa kayak kehilangan teman setelah selesai baca buku, berarti karakternya sukses bikin kamu terikat secara emosional. Kadang, kita udah terlalu nyaman sama mereka, ikut tumbuh bareng, terus tiba-tiba… bukunya selesai. Rasanya kayak harus berpisah dengan seseorang yang udah lama kita kenal.
3. Dunia cerita yang terlalu imersif
Ada beberapa buku yang dunia dan suasananya begitu kuat sampai bikin kita tenggelam sepenuhnya. Pas selesai baca, rasanya kayak ditarik paksa balik ke dunia nyata, dan itu… nggak enak. Dunia fiksi yang begitu hidup sering bikin kita betah, tapi sekaligus bikin susah move on.
4. Pesan atau tema yang dalem banget
Kadang bukan ceritanya yang bikin book hangover, tapi pemikirannya. Ada buku yang setelah dibaca bikin kita kepikiran terus, mempertanyakan banyak hal, atau bahkan mengubah cara pandang kita tentang sesuatu. Ini yang biasanya bikin buku terasa nempel di kepala dan hati kita lebih lama.
5. Ikatan emosional yang kuat
Ada buku yang terasa lebih dari sekadar cerita, bisa jadi karena kita baca di momen tertentu dalam hidup atau karena ada sesuatu di dalamnya yang relate banget sama pengalaman kita sendiri. Kalau udah kayak gini, efeknya bisa lebih dalam dan lebih lama.
BOOK HANGOVER VS READING SLUMP: APA BEDANYA?
Kadang, orang suka bingung antara book hangover dan reading slump. Keduanya memang bikin susah lanjut baca, tapi sebenarnya beda banget!
Book hangover terjadi karena buku yang baru selesai dibaca masih meninggalkan efek emosional yang kuat. Kamu masih kepikiran ceritanya, karakternya, atau pesannya sampai susah move on ke buku lain. Rasanya kayak ada lubang yang nggak bisa langsung diisi buku baru.
Reading slump lebih ke kondisi di mana minat baca menurun atau hilang sama sekali. Bisa karena buku yang kurang kita suka, bisa juga karena perasaan bosan atau jenuh dengan membaca. Bahkan buku yang biasanya menarik pun terasa nggak bisa balikin energi kita buat sekadar pick that book.
Singkatnya, kalau book hangover itu karena buku terlalu bagus sampai susah move on, sedangkan reading slump itu karena nggak ada buku yang bikin semangat baca lagi.
Kalau kamu merasa lagi reading slump, jangan khawatir! Aku pernah bahas cara mengatasinya di artikel ini: 4 Hal Penting Mengenai Reading Slump. Semoga bisa bantu kamu kembali menikmati bacaan lagi!
CARA MENGATASI BOOK HANGOVER
Jadi, book hangover ini sebenarnya hal yang baik atau buruk? Jawabannya: tergantung. Di satu sisi, ini tanda kalau buku yang kamu baca benar-benar bagus dan berhasil bikin kamu terdampak secara emosional. Tapi di sisi lain, kalau sampai bikin kamu nggak bisa menikmati buku lain atau kepikiran terus sampai ganggu aktivitas sehari-hari, ya perlu dicari solusinya.
Kalau kamu lagi kena book hangover, dan pengen segera keluar dari situasi ini, coba beberapa cara ini buat pelan-pelan move on:
1. Ambil waktu buat meresapi
Jangan buru-buru baca buku lain kalau hati dan pikiranmu masih nyangkut di buku sebelumnya. Nikmati aja dulu perasaan itu. Kadang, cara terbaik buat mengatasi book hangover adalah dengan menjalani dan menerimanya.
2. Tulis review atau ceritakan ke orang lain
Salah satu cara buat melepaskan buku yang bikin susah move on adalah dengan menuangkan perasaan lewat tulisan atau ngobrol sama orang lain. Bisa dengan nulis review, bikin rant di media sosial, atau diskusi sama teman yang udah baca buku yang sama.
3. Baca buku yang lebih ringan
Kalau buku terakhir terlalu emosional atau berat, coba cari bacaan yang lebih santai. Bisa buku humor, komik, atau cerita yang nggak terlalu mengaduk-aduk perasaan. Ini bisa jadi jembatan sebelum kamu lanjut ke buku berikutnya.
4. Cari konten yang berkaitan dengan buku itu
Kadang kita butuh peralihan yang lebih smooth. Bisa dengan baca fan theories, baca fanfiction, nonton adaptasi film/series-nya (kalau ada), atau sekadar lihat fan art. Ini bisa bantu kamu tetap menikmati dunia buku itu tapi dengan cara yang lebih santai.
5. Re-read bagian favorit
Kalau masih belum bisa move on, coba baca ulang bagian favoritmu. Kadang ini bisa bikin kita merasa lebih puas dan siap buat lanjut ke cerita lain.
6. Mulai buku baru, tapi jangan maksa
Kalau udah cukup waktu tapi masih belum bisa move on, coba mulai baca buku baru, tapi jangan paksa diri kalau belum siap. Pilih buku yang beda genre atau vibe-nya supaya nggak terus-terusan membandingkannya dengan buku yang bikin hangover.
BOLEHKAH SENGAJA KENA BOOK HANGOVER?
Kalau kamu tipe yang suka sensasi book hangover dan nggak masalah dibuat galau sama buku, nggak ada salahnya cari bacaan yang berpotensi bikin kamu ngalamin itu lagi. Tapi kalau kamu tipe yang lebih suka baca buat hiburan tanpa terlalu terikat emosional, mungkin bisa lebih selektif dalam memilih buku yang bakal dibaca.
Intinya, book hangover itu nggak baik atau buruk, sama kayak reading slump. Keduanya adalah bagian normal dari kehidupan pembaca buku. Kalau mulai bikin nggak nyaman, nggak ada salahnya cari cara buat pelan-pelan keluar dari efeknya.
REKOMENDASI BUKU YANG BISA MENYEBABKAN BOOK HANGOVER
Kalau kamu tipe yang suka kena book hangover dan nggak masalah dibuat galau atau kepikiran berhari-hari, berikut beberapa buku yang bisa bikin kamu susah move on:
1. The Shark Caller - Zillah Bethell
Blue Wing pengen banget jadi shark caller buat balas dendam ke hiu ganas yang membunuh orang tuanya. Tapi tradisi nggak mengizinkan perempuan jadi shark caller, dan mentornya bilang dia masih terlalu penuh amarah.
Semuanya berubah saat ada profesor Amerika dan anaknya, Maple, datang ke pulau mereka. Awalnya Blue Wing kesel harus jagain Maple, tapi lama-lama mereka jadi dekat. Lalu terungkap kalau profesor itu nyari harta karun kuno, dan perjalanan mereka pun membawa mereka ke laut tempat si hiu ganas menunggu.
Buku ini bukan cuma tentang petualangan, tapi juga kehilangan, persahabatan, dan keberanian. Ending-nya? Siap-siap nyesek!
2. Sorcery of Thorns - Margaret Rogerson
Elisabeth tumbuh di perpustakaan penuh buku sihir (grimoire) yang bisa bergerak dan bahkan berubah jadi monster kalau nggak dikontrol. Sejak kecil, dia diajarkan kalau penyihir itu jahat. Tapi hidupnya jungkir balik ketika ada sabotase yang bikin salah satu grimoire paling berbahaya lepas, dan dia malah dituduh sebagai pelakunya.
Dipaksa pergi dari rumahnya, satu-satunya yang bisa bantu dia justru adalah Nathaniel Thorn, seorang penyihir (alias musuhnya). Bersama Nathaniel dan pelayannya yang misterius, Elisabeth terjebak dalam konspirasi besar yang bisa menghancurkan dunia.
Buku ini punya kombinasi fantasi, petualangan, dan enemies-to-lovers yang bikin susah dilupakan.
3. The Burning God - R. F. Kuang
Buku terakhir dari trilogi The Poppy War ini bakal menghancurkan hatimu berkeping-keping. Dan hal ini sudah diperingatkan sama penulisnya lho, kalau pembaca harus menyiapkan ember. Kalau kamu udah ngikutin perjalanan Rin dari buku pertama, siap-siap buat mengalami rollercoaster emosi yang brutal. Salah satu ending terpahit yang bakal bikin kamu susah move on.
4. A Man Called Ove - Fredrik Backman
Kisah tentang seorang pria tua yang awalnya terlihat pemarah dan menyebalkan, tapi ternyata menyimpan cerita hidup yang menyentuh banget. Buku ini sukses bikin nangis, ketawa, lalu nangis lagi. Setelah selesai, kamu bakal kangen sama Ove dan segala tingkah lakunya.
5. If You Could See the Sun - Ann Liang
Buku young adult contemporary dengan sentuhan magical realism. Ceritanya tentang seorang siswi yang tiba-tiba punya kekuatan bisa menghilang dan menggunakan kemampuannya buat menjual rahasia di sekolah elitnya. Selain ada unsur misteri, buku ini juga menyentuh isu kelas sosial dan ekspektasi akademik, yang kerasa sangat relatable dan personally mengingatkan pada diriku as a school girl bertahun-tahun silam, bikin pembaca jadi banyak berpikir setelah selesai baca.
6. Totto-chan: The Little Girl at the Window - Tetsuko Kuroyanagi
Memoar masa kecil yang penuh kehangatan tentang seorang gadis kecil dan sekolah uniknya. Terlihat ringan, tapi diam-diam buku ini punya pesan yang dalam tentang pendidikan dan bagaimana melihat anak-anak dari perspektif yang lebih humanis. Setelah baca, kamu mungkin bakal kepikiran, "Kenapa dulu sekolahku nggak kayak gini?" Ini bikin nangis banget sih, dan buat aku pribadi ini adalah buku yang aku baca bareng temen-temen pas SMP, jadi sangat memorable.
7. Sweet Bean Paste - Durian Sukegawa
Buku yang kelihatannya sederhana tentang seorang laki-laki penjual dorayaki dan seorang perempuan tua misterius yang mengajarkannya cara membuat isian kacang merah yang sempurna. Tapi di balik itu, ada kisah yang menyayat hati tentang diskriminasi dan ekspektasi. Efeknya? Nyesek tapi indah.
8. The Girl Who Drank the Moon - Kelly Barnhill
Fantasi middle grade dengan vibes dongeng yang indah tapi juga menyentuh. Ceritanya tentang seorang bayi yang tanpa sengaja diberi kekuatan cahaya bulan oleh penyihir baik hati, dan bagaimana takdirnya berubah seiring pertumbuhannya. Buku ini punya kesan yang magical tapi juga emosional, bikin susah lepas dari dunia ceritanya. Dan tentu saja ada bagian sedihnya juga.
9. Mereka Bilang Ada Toilet di Hidungku - Ruwi Meita
Ini sci-fi Indonesia yang unik banget! Ceritanya tentang Imalovix, anak rahim asli yang sering jadi bahan olok-olok karena di zamannya, anak rahim kaca dianggap lebih unggul dan kebal virus. Hidupnya berubah setelah menemukan jurnal dari seribu tahun lalu, yang bikin dia mulai mempertanyakan banyak hal. Dunia Nuswantierra yang penuh kota melayang, skateboard terbang, dan bahasa gaul seperti qyu-koe bikin cerita ini makin seru. Tapi di balik semua kecanggihannya, buku ini juga bahas soal perbedaan, penerimaan diri, dan makna jadi manusia. Baca ini dijamin bikin kepikiran terus!
Book hangover itu bisa jadi pengalaman yang berwarna-warni dan juga seru. Di satu sisi, rasanya kayak kehilangan sesuatu yang berharga, tapi di sisi lain, itu tanda kalau bukunya beneran ngena di hati. Entah itu karena ceritanya, karakternya, atau emosi yang ditinggalkan.
Kalau kamu pernah ngalamin book hangover, buku apa yang bikin kamu susah move on? Atau kamu punya cara sendiri buat ngatasinnya? Share di kolom komentar ya, siapa tahu kita bisa saling curhat dan kasih rekomendasi buku seru lainnya!
0 Comments
don't use this comment form, use the embedded disqus comment section. No spam!
Note: only a member of this blog may post a comment.